Oleh: Al Ustadz Abu Zakaria Risqi
Bismillahirrahmanirrahim
Islam diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mengajak kepada segala bentuk kemaslahatan dunia dan akhirat, serta menjaga seluruh kaum manusia dari segala bentuk kerusakan dan madharat, baik itu di dunia maupun di akhirat. Hingga tidaklah sebuah kebaikan kecuali islam akan mengajak kepada kebaikan tersebut dan kepada seluruh jalan yang memudahkan pencapaian kebaikan ini, dan pada segala bentuk kerusakan, islam juga melarang segala bentuk dan jalan yang mengantarkan kepada kerusakan tersebut. Termasuk diantara perbuatan yang dilarang dalam islam adalah perbuatan zina.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kalian mendekati setiap perbuatan zina, karena sesungguhnya perbuatan zina adalah perbuatan yang keji dan jalan yang teramat buruk." (Al-Isra: 32)
Dengan demikian, segala jalan dan sarana yang dapat menyebabkan seseorang tergelincir hingga terjerumus dalam perbuatan zina juga diharamkan di dalam islam.
Nabi Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Telah tertulis atas anak-anak keturunan Adam bagian mereka dari perbuatan zina. Niscaya dia akan mendapatinya. Kedua mata, zinanya adalah melihat. Kedua telinga zinanya adalah mendengar. Lisan, zinanya adalah berbicara. Tangan, zinanya adalah menyentuh. Kaki, zinanya adalah melangkah. Dan hati dengan berharap dan berkhayal. Dan hal itu dibenarkan oleh kemaluan, atau didustakan." (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657)
Dan juga diriwayatkan dari hadits Buraidah, bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Janganlah engkau mengikuti sebuah pandangan dengan pandangan-berikutnya-, karena sesungguhnya yang pertama-dibolehkan-bagimu, sedangkan tidaklah yang berikutnya-dibolehkan-bagimu." (HR. Abu Dwud no. 2149, At-Tirmidzi no 2777, Ahmad 5/353 dan 357 dan selain mereka, serupa hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Hakim dan selain beliau dari hadits Anas bin Malik dengan sanad yang hasan insya Allah)
wallahu a'lam
(dikutip sebagian dari majalah akhwat vol. 5/1431/2010, hal 85-86)
Bismillahirrahmanirrahim
Islam diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mengajak kepada segala bentuk kemaslahatan dunia dan akhirat, serta menjaga seluruh kaum manusia dari segala bentuk kerusakan dan madharat, baik itu di dunia maupun di akhirat. Hingga tidaklah sebuah kebaikan kecuali islam akan mengajak kepada kebaikan tersebut dan kepada seluruh jalan yang memudahkan pencapaian kebaikan ini, dan pada segala bentuk kerusakan, islam juga melarang segala bentuk dan jalan yang mengantarkan kepada kerusakan tersebut. Termasuk diantara perbuatan yang dilarang dalam islam adalah perbuatan zina.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kalian mendekati setiap perbuatan zina, karena sesungguhnya perbuatan zina adalah perbuatan yang keji dan jalan yang teramat buruk." (Al-Isra: 32)
Dengan demikian, segala jalan dan sarana yang dapat menyebabkan seseorang tergelincir hingga terjerumus dalam perbuatan zina juga diharamkan di dalam islam.
Nabi Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Telah tertulis atas anak-anak keturunan Adam bagian mereka dari perbuatan zina. Niscaya dia akan mendapatinya. Kedua mata, zinanya adalah melihat. Kedua telinga zinanya adalah mendengar. Lisan, zinanya adalah berbicara. Tangan, zinanya adalah menyentuh. Kaki, zinanya adalah melangkah. Dan hati dengan berharap dan berkhayal. Dan hal itu dibenarkan oleh kemaluan, atau didustakan." (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657)
Dan juga diriwayatkan dari hadits Buraidah, bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Janganlah engkau mengikuti sebuah pandangan dengan pandangan-berikutnya-, karena sesungguhnya yang pertama-dibolehkan-bagimu, sedangkan tidaklah yang berikutnya-dibolehkan-bagimu." (HR. Abu Dwud no. 2149, At-Tirmidzi no 2777, Ahmad 5/353 dan 357 dan selain mereka, serupa hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Hakim dan selain beliau dari hadits Anas bin Malik dengan sanad yang hasan insya Allah)
wallahu a'lam
(dikutip sebagian dari majalah akhwat vol. 5/1431/2010, hal 85-86)










3 komentar:
bismillah,,, masyaAllah ustadz abu zakaria al-makasary Riski Ariesta di bekasi, lama tak jumpa beliau hafidzahullah... semoga Allah senantiasa melindungi beliau beserta keluarganya.
@ dewi; jazakillah atas nasihat yang berharga yang di sampaikan
@ purwanto: amiin.. wa jazaakallahu khoiron
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa Aali Muhammad wa 'ajjil faraja Aali Muhammad
Posting Komentar